8 dari 16 Partai Politik Terancam ‘Terkubur’ di Pemilu 2019

Spread the love

 Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terkini mengenai peta kekuatan partai politik jelang pemilihan legislatif 2019 mendatang. Hasilnya, hanya sekitar 8 dari 16 partai politik yang diprediksi bakal lolos ambang batas parlemen alias parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen.

Dalam pucuk lima besar suara tertinggi, PDI Perjuangan masih menjadi parpol yang diprediksi menang pemilu dengan perolehan suara tertinggi sebesar 25,2 persen. Selanjutnya, disusul oleh Partai Gerindra dengan perolehan suara sebesar 15,2 persen.

Kemudian Partai Golkar dengan 9,0 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 8,1 persen, dan Partai NasDem yang menempati posisi kelima dengan perolehan suara sebesar 5,3 persen suara.

Di sisi lain, Partai Demokrat kini posisinya tergeser dari lima besar yakni dengan 4,5 persen suara. Disusul tipis oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 4,2 persen.

“Berdasarkan survei, hanya PDIP sampai PKS yang memperoleh suara 4 persen ke atas. Artinya, yang akan lolos hanya sekitar 8 partai politik,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya di kantornya, Rabu (16/1).

Sementara itu, delapan parpol lainnya yang diprediksi tak lolos senayan adalah Partai Perindo dengan 2,7 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 2,6 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan 1,5 persen. Sedangkan parpol yang masih di bawah 1 persen adalah Partai Hanura dengan 0,6 persen.

Selanjutnya Partai Bulan Bintang (PBB) 0,4 persen, Partai Berkarya sebesar 0,3 persen, Partai Garuda sebesar 0,2 persen, dan di posisi buncit ada PKPI dengan 0,1 persen suara. Sementara yang belum mau menjawab masih tinggi yakni 16,2 persen.

Yunarto menuturkan, delapan partai politik yang masih diprediksi belum lolos dinilai masih memiliki harapan untuk masuk ke Senayan. Mengingat, angka yang belum menentukan pilihan masih sangat tinggi.

“Tentunya masih ada 16,2 persen peluang bagi parpol untuk menambah suara. Tapi, apakah sebaran 16,2 persen ini akan merata atau ke salah satu parpol (belum tahu),” pungkasnya.

Sebagai informasi, Survei Charta Politika Indonesia dilakukan pada periode 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Adapun survei ini menggunakan metode acak bertingkat alias multistage random sampling dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor : Kuswandi

Reporter : Igman Ibrahim

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Klik disini untuk halaman asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *