Inilah Penjelasan Lengkap Mengapa Kalender 2019 Sama Persis dengan Tahun 2002 dan 1895

Spread the love

Kalender 2019 ternyata sama persis dengan tahun 1895. Dan ternyata pula di tahun 2002 juga sama persis. Bagaimana bisa terjadi? Berikut ini penjelasannya.

Belakangan ini ramai di perbincangkan oleh warganet bahwa melihat setiap tanggal dan hari di tahun 2019 memiliki kesamaan dengan tahun 1895.

Kesamaan itu persis bahkan tidak berbeda sama sekali.

Jika anda mengamati setiap tanggal dan hari di awal hingga akhir bulan di tahun 2019 dan di setiap tanggal dan hari di awal hingga akhir bulan di tahun 1895.

Anda tidak akan menemukan perbedaan sama sekali.

Misalnya saja, jika anda melihat tanggal 1 januari 2019 jatuh di hari Selasa maka ketika anda mundur ke tahun 1895 pada 1 Januari juga tepat jatuh di hari Selasa

Dan jika anda melihat tanggal 1 February 2019 jatuh di hari Jumat, maka pada 1 February juga tepat jatuh di hari Selasa.

Namun rupanya tidak hanya sama dengan tahun 1895, tanggalan dan hari di tahun 2002 juga terdapat kesamaan dan tidak memiliki perbedaan.

Jika di tanggal 1 Januari 1895 dan 2019 sama, kedua tahun ini juga memiliki tanggal dan hari yang sama di tahun 2002.

Mengapa demikian dapat terjadi kesamaan?

Dilansir Tribun Sumsel dari laman Kompas.com,

Terkait hal itu, Profesor Riset Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin memberi penjelasan.

Thomas mengungkapkan, ada siklus dalam perjalanan waktu dari tahun ke tahun yang tak disadari sehingga terdapat kesamaan.

“Secara umum, selalu ada kesamaan setiap 28 tahun sekali,” kata Thomas.

Jadi, jika kalender di tahun 2019 sama dengan kalender di tahun 2002 dan akan sama dengan kalender di tahun 2047.

Angka 28 tahun sendiri berasal dari perkalian antara 4, diperoleh dari tahun kabisat yang berlangsung 4 tahun sekali dengan 7, jumlah hari dalam seminggu.

Namun, dalam kurun waktu 28 tahun tersebut, terdapat juga kemiripan antara tahun yang satu dan yang lain.

“Dalam waktu 28 tahun itu, ada kemiripan menurut pola 6-11-11-6,” ungkap Thomas yang menekuni sistem kalender ini.

Klik disini untuk halaman asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *