Indonesia merupakan negara kepuluan yang memiliki geografi yang terpisah antara satu daerah ke daerah lainnya. Selain hanya itu, Pluralisme identik dengan bangsa berbagai kebudayan dan bahasa lokal bersatu dalam ke satuan Republik Indonesia. Namun, untuk menyatukan tetap menjaga kesatuan dalam harmonisasi bangsa di perlukan Integrasi untuk menciptakan Khohensi dan Harmonis di tengah kehidupan masyarakat. Kesadar itu harus di bangun bukan saja dari pemerintah ke masyarakat bawah (Top- Down) tapi induvidu ke kelompok.
Fondasi dasar dalam integrasipun tercermin dalam Pancasila dan budaya gotong royong. Sebagai negara maritim dan Demokrasi itu saja tak cukup. Kesadaran kolektif bersama sangat penting,.Integrasi seperti Jembatan Antar Individu, Kelompok, dan Masyarakat adat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saya kutip kalimat yang di katakan oleh Prof. Dr. Siti Musdah Mulia (Pakar Kajian Multikultural UIN Jakarta) dalam sorotan nya soal integrasi mengatakan.,
” Keberagaman Indonesia bukan sekadar realitas demografis, melainkan modal sosial yang harus dikelola dengan bijak” untuk menciptakan kohesi sosial. Bayangkan jika keberaman ini, tidak adanya ingrasi yang di bangun atau dalam menjalankan sebuah kehidapan demokrasi yang tidak adil. Tak mungkin akan tetap utuh sebagai kesatuan Republik.
Dengan lebih dari 1.300 suku dan 652 bahasa menjadikan modal menjaga bersama saling menjaga dalam ke utuhan. Dalam poin upaya membangun integrasi terbagi dalam beberahal.
*Pertama, integrasi di Tingkat Individu.*
Hal yang mendasar dalam setiap titik integratif ialah kesadaran pribadi individu.
Seperti; menghormati berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda, menghindari stereotip, mendengar secara aktif, bergabung dalam kegjatan lokalkarya, komunitas, organisasi yang didalamya beragam budaya.
*Kedua, integrasi di Tingkat Kelompok dan Lokal.*
Selain individu yang mencakup sekalah lebih luah di tengahasyarakan ialah berada dalam tingkat kelompok dan lokal.
Seperti, Penyelanggaraan acara integratif, pesta budaya, tempat aspiarasi dalam mendengar dan berbicara solusi bersama
Upaya integrasi dalam kelompok ini, berlatar belakang induvidu akan tersantukan saling merhati dalam perbedaan.
*Ketiga, Tingkat Pemerintah dan Institusi Negara.*
Sebagai yang bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupan negara. Pemerintah dan lembaga-lembaga memiliki peran strategis dalam mendukung integrasi melalui kebijakan dan programnya dengan penuh keadilan.
Seperti; Menetapkan kebijakan inklusif yang melindungi hak-hak semua warga, tanpa memandang latar belakang, dan mendorong partisipasi semuanya dalam kehidupan masyarakat. Menyediakan dukungan keuangan dan fasilitas dengan mendanai program integratif dan menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk acara bersama. Serta mendorong kepekaan budaya di instansi melalui pelatihan kepekaan budaya kepada pegawai pemerintah dan staf lembaga agar mereka dapat melayani masyarakat dengan lebih adil dan hormat.
Tiga poin di atas dapat di pertimbangan untuk kita bersama dalam menjaga keberagama dan saling memberi keadalam dalam bernegara. Setiap upaya tersebut pastisnya memiliki dampak membangun masyarakat yang lebih damai dan kohesif. Diantara ndividu, kelompok, dan lembaga — memiliki peran yang penting untuk memastikan bahwa integrasi benar-benar terwujud.
Saya tutup tulisam ini dengan kutipan kalimat dari J.S. Furnivall (Ahli dan Administrator Asal Inggris). Pada karyanya, menyebut Indonesia sebagai “masyarakat plural” di masa kolonial, di mana kelompok etnis-agama hidup berdampingan tapi tidak bercampur dalam unit politik, yang menimbulkan segregasi sosial. Meskipun dia pesimistis akan keberlangsungan persatuan Indonesia, kenyataan menunjukkan bahwa bangsa ini berhasil bertahan meskipun berbagai tantangan.
Tulisan di atas dalam memenuhi tugas, Pendidikan Kewarganegaraan.
Penulis : Firmansyah
Nim : 251090200646
Fakultas : Ilmu Hukum
Penulis : Heru








